Manfaat dan Tata Cara Pengolahan Bidara Upas Untuk Kesehatan

0
415

ASPETRI.ORG II BERITA HERBAL-

Bidara Upas

Nama Latin

(Merremia mammosa (Lour.) Hall)

Family:

Convolvulaceae

Nama Lokal:

Tumbuh liar di hutan, kadang di tanam di halaman dekat pagar sebagai tanaman obat atau karena umbinya dapat dimakan. Tumbuh dengan baik

di daerah tropik dari dataran rendah sampai ketinggian 250 m dpi. Tanaman ini mungkin didatangkan dari Philippine, merupakan tanaman merayap atau membelit yang panjangnya 3-6 m, batangnya kecil bila dipegang agak licin dan warnanya agak gelap. Daun tunggal, bertangkai panjang, berbentuk jantung, tepi rata, ujung meruncing, panjang 5-12 cm, lebar 4-15 cm, warnanya hijau tua. Perbungaan berbentuk payung menggarpu berkumpul 1-4 bunga, bentuknya seperti lonceng berwarna putih, panjang 7-8 cm, dengan 4 helai kelopak. Umbi berkumpul didalam tanah mirip ubi jalar. Bila tanahnya kering

dan tidak tergenang air serta gembur, beratnya dapat mencapai 5 kg atau lebih. Warna kulit umbinya kuning kecoklatan, kulitnya tebal bergetah warna putih,

bila kering warnanya menjadi coklat. Perbanyakan dengan stek batang atau menanam umbinya.

Deskripsi:

Blanar, widara upas (Jawa), hailale (Ambon).;

Khasiat:

Demam, batuk, serak, Difteri, Radang tenggorok, radang paru,; Radang usus buntu, Typhus, sembelit, Muntah darah, Kanker; Kencing manis, Keracunan, gigitan ular, kusta, syphilis (Luns).

Manfaat: BAGIAN YANG DIPAKAI: Umbi.

KEGUNAAN: – Demam, batuk, serak. – Difteri, Radang tenggorok, radang paru, radang usus buntu. – Typhus, sembelit, buang air besar darah dan lendir. – Muntah darah. – Kencing manis (DM), Batu kandung kencing, Keracunan makanan, gigitan ular. – Kanker, kusta, syphilis (Lues).

PEMAKAIAN LUAR:

Digunakan untuk memperlancar keluarnya air susu ibu (ASI), obat luka terpotong, luka bakar, bengkak, penyakit kulit, gigitan ular.

PEMAKAIAN:

Untuk minum: 10-100 g umbi segar diparut atau digodok.

Pemakaian luar: Umbi diiris tipis-tipis atau diparut menjadi bubur, untuk dibalurkan ketempat yang sakit seperti luka, bengkak-bengkak, gigitan ular dan sebagainya.

CARA PEMAKAIAN: 1. Radang usus buntu :

1/4 jari umbi dicuci bersih lalu diparut dan diremas dengan 1 sendok

makan air gula, kemudian diperas dan disaring lalu diminum. Sehari

2 kali.

2. Muntah darah, typhus:

Umbi segar secukupnya dicuci bersih lalu diparut, peras dengan

sepotong kain sampai terkumpul

2. Muntah darah, typhus:

Umbi segar secukupnya dicuci bersih lalu diparut, peras dengan

sepotong kain sampai terkumpul sebanyak 1 gelas kecil. Minum.

3. Buang air besar darah dan lendir :

50 g umbi dicuci lalu dipotong-potong, tambahkan gula jawa

secukupnya, godok dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas.

Setelah dingin disaring, minum sedikit-sedikit.

4. Difteri:

Umbi segar secukupnya, dicuci lalu diparut, peras dengan sepotong

kain sampai terkumpul 1 gelas kecil. Dipakai untuk kumur-kumur di

tenggorokan selama 23 menit, lalu ditelan.

5. Serak, batuk kering:

Umbi segar sebesar 1 jari tangan dicuci bersih, dipotong tipis-tipis

lalu dikunyah. Lakukan 3-4 kali dalam sehari.

6. Batuk:

100 g umbi segar dicuci lalu diparut, tambahkan sirop gula batu

secukupnya, diaduk sampai merata lalu diperas dan disaring, minum.

7. Batuk rejan:

1/2 jari umbi segar dicuci lalu diparut, diremas dengan 2 sendok

makan air masak dan 1 sendok makan madu, peras dan saring,

minum. lakukan 2 kali sehari.

8. Kencing manis: 100 g umbi segar dicuci bersih lalu diparut, peras dengan sepotong kain. Minum setiap pagi, 1/2 jam sebelum makan.

9. Keracunan makanan:

Umbi segar secukupnya dicuci bersih lalu diparut, peras dengan

sepotong kain sampai terkumpul 1/2 gelas. Minum.

10. Kanker, kusta (Morbqs Hanson): 3/4 jari umbi segar dicuci lalu diparut,

11. Luka-luka di kulit: Umbi segar dicuci lalu diiris tipis-tipis, letakkan di atas luka.

12. Melancarkan pengeluaran ASI: Umbi segar dicuci bersih lalu diparut, borehkan disekeliling payudara.

13. Luka bakar:

Umbi segar dicuci bersih lalu diparut, bubuhkan diatas luka bakar,

bila perlu dibalut.

14. Gigitan ular: Umbi segar dicuci lalu diparut sampai menjadi adonan seperti bubur.Tempelkan diatas luka gigitan, lalu dibalut.

15. Syphilis (lues):

1 jari umbi segar dicuci bersih lalu diparut, tambahkan 2 sendok

makan air masak dan 1 sendok makan madu murni, peras dan

saring, minum. Lakukan 3 kali sehari.

16. Batu kandung kencing / kencing batu:

10 g umbi bidara upas, 10 g daun kumis kucing, 15 g daun keji

beling, dicuci lalu umbi dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan

1 liter air, sampai tersisa 150 cc. Setelah dingin disaring lalu

diminum. Sehari 3 x 50 cc.

Komposisi:

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Anti radang, menghilangkan sakit (analgetik), menghilangkan bengkak, pencahar (laxative), menetralkan racun (antidote), penyejuk. KANDUNGAN KIMIA: Damar, resin, pati, zat pahit. Getah segar mengandung zat oxydase.

Alanhar Gumay
ketua Aspetri
Dari berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here