Ensiklopedia Tanaman Obat Temu mangga

0
318

Aspetri.org || Ensiklopedia Tanaman Obat 

*Ensiklopedia Tanaman Obat ASPETRI*

✨ *Temumangga* 🌻
(Curcuma mangga Rizhoma)

✨ *Klasifikasi*
Temumangga (Curcuma mangga) famili Zingiberaceae merupakan tanaman asli daerah Indo-malesian, tersebar di Thailand, semenanjung Malaysia, dan Jawa. Beberapa nama daerah adalah Temumangga, Temu bayangan, Temu poh (Jawa), Temo pao (Madura), Koneng lalap (Sunda), dan nama asingnya adalah Temu pauh (Malaysia), Kha min khao (Thailand). Dinamakan Temumangga karena aroma rimpangnya spesifik seperti aroma mangga. Dapat dikonsumsi sebagai simplisia (diiris, dikeringkan, dan direbus) instant, asinan, permen/manisan, sirup, selai, lalapan (rimpang segar), dan botokan.
Klasifikasi tanaman :
• Kerajaan : Plantae
• Divisi : Spermatophyta
• Sub Divisi : Angiospermae
• Kelas : Monocotyledonae
• Ordo : Zingiberales
• Famili : Zingiberaceae
• Genus : Curcuma
• Spesies : C. amada, Curcuma mangga Valeton & van Zijp.

✨ *Sifat Kimiawi*
Kandungan kimia Temumangga adalah fraksi heksana dan etil asetat yang menghasilkan senyawa (E)-labda-8(17),12-dien-15,16-dial(1), (E)-15,16-bisnor-labda-8(17), 11-dien-13-on (2), zerumin A (3), beta-sitosterol, curcumin, demethoxycurcumin, dan bis-demethoxycurcumin. Isolasi senyawa yang terdapat pada rimpang menghasilkan senyawa labdane diterpine glucoside, curcumanggoside (1), labda-8(17),12-diene-15,16-dial (2), calcaratarin A (3), zerumin B (4), scopoletin, demethoxycurcumin, bisdemethoxycurcumin, 1,7-bis(4-hydroxyphenyl)-1,4,6-heptatrien-3-one, curcumin, dan p-hydroxycinnamic acid. Analisis minyak esensial rimpang Temumangga dalam penelitian lainnya berhasil mengisolasi 97 senyawa, dengan senyawa utamanya yaitu myrcene (1; 46,5%) dan beta-pinene (2; 14,6%).

✨ *Efek Farmakologis*
Aktivitas farmakologis Temumangga :

a) *Antitumor* : zerumin B, demethoxycurcumin, bis-demethoxycurcumin, dan curcumin yang terdapat dalam rimpang menunjukkan aktivitas sitotoksik melawan lima panel sel tumor manusia.

b) *Sitotoksik* pada kultur sel kanker : riset efek sitotoksik ekstrak kasar metanol dan ekstrak terfraksinasi (heksana dan etil asetat) Temumangga melawan enam kultur sel kanker manusia, yaitu : sel payudara hormon dependent (MCF-7), sel nasopharyngeal epidermoid (KB), sel paru (A549), sel serviks (Ca Ski), sel kolon (HCT 116 dan HT-29) dan satu kultur sel nonkanker fibroblast manusia (MRC-5) dilakukan dengan menggunakan uji ambilan merah netral in vitro.

c) *Antioksidan* : ekstrak metanol dan air Temumangga (CMM dan CMW) pada dosis 100 μg/ml menunjukkan penghambatan lipid peroxidation (LPO) sebesar 78% dan 63%, cyclooxigenase enzymes COX-1 55% dan 33%, serta COX-2 65% dan 55%. Pada konsetrasi yang sama, CMM dan CMW mampu menghambat sel tumor manusia 0-46%.

d) *Antimikroba* : minyak Temumangga memiliki aktivitas dengan spektrum luas dan tertinggi menghambat mikroorganisme Bacillus cereus, Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa ; dan dua cendawan : Candida albicans dan Cyptococcus neoformans.

e) *Antiinflamasi* : hasil pengujian respon nociceptive menunjukkan CME dan fraksinya, khususnya kloroform dan heksana, memiliki aktivitas analgesik dan antiinflamasi.

f) *Penghambat oksidasi LDL* : oksidasi LDL dipercaya menjadi faktor permulaan pertumbuhan dan peningkatan aterosklerosis-radang pada pembuluh darah. Berdasarkan data penelitian, curcuminoid pada Temumangga mampu menghambat oksidasi LDL pada level sel sehingga dapat memberikan perlindungan melawan oksidasi LDL.
Rimpang Temumangga juga dimanfaatkan untuk mengatasi sakit perut dan dada, gatal, serta perawatan setelah melahirkan.

✨ *Efek samping* :

a) Penyebab batu ginjal.
Temumangga apabila dikonsumsi terlalu banyak dapat mengakibatkan timbulnya penyakit batu ginjal pada tubuh. Hal ini dikarenakan kandungan oksalat yang sangat tinggi pada Temumangga yang menyebabkan timbulnya penyakit batu ginjal pada tubuh.

b) Penyebab mual.
Temumangga juga dapat menyebabkan mual apabila dikonsumsi secara oral. Hal ini dikarenakan Temumangga memiliki kandungan alkaloid di dalamnya, yang mana kandungan ini dapat memunculkan rasa pahit pada saaat mengonsumsi Temumangga. Rasa pahit yang berlebih pada beberapa orang dapat membuat rasa mual disertai dengan perut yang tidak nyaman.

✨Bagian tanaman yang digunakan : rimpang, segar ataupun kering.

(Disarikan dr berbagai sumber ilmiah)

✍🏻 abiKotjo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here